Kamis, 02 Mei 2013

acak adut ma'had

 Bagi saya yang seorang santri tentu sedikit diribetkan dengan khataman kitab kuning atau biasa disebut kitab gundul, tentunya juga wajib menyelesaikan hafalan juz 30, serta praktek2 yang lain. sungguh IRONI apabila santri tidak bisa melaksanakannya dengan baik. Meskipun terkadang kami "nggrundel", kapan sih pulangnya, kapan sih lulusnya. Tapi, dilain sisi kami tidak ingin kehilangan teman teman kami, 3 tahun dalam 1 kamar dan organisasi merupakan waktu yang tidak pendek untuk dilalui.
 Contoh paling mudah saat kami harus ribut dengan penentuan ketua kamar, asal kalian tau 1 kamar di pondokku ini terdiri dari 36 santri, dari berbagai daerah, suku, dan budaya. Harus menyesuaikan bahasa. Untunglah kami mempunyai bahasa persatuan yakni, bahasa Indonesia.. sayangnya.... bahasa Indonesia hanya digunakan beberapa minggu setelah kedatangan kami kesini. Lalu, kami disatukan dengan 2 bahasa yang berbeda: arab dan inggris, woww !!!!. terdengar dahsyat dan merumitkan bagi teman saya yang tidak pernah mengenyam pendidikan pesantren sama sekali, tapi bagi saya itu sangatlah mudah dan asyik untuk dipelajari lebih dalam lagi. Saat penentuan harus menyatukan juataan suara berkicauan disini.. eleh....
 Lanjut kepembahasan awal, saat-saat seperti inilah yang menyulitkan. bimbingan diadakan lagi untk persiapan UMPTN atau SBMPTN. Sungguh, sekolah yang tak kenal lelah. Kami selalu dibimbing untuk menjadi yang terbaik. dalam hal ini, sekolah kami mebagi menjadi 3 bagian: yang pertama IPA, disekolahku emang hanya ada 1 jurusan sebelum unas, bukan karena apa apa tapi karena kami sekolah bretaraf internasional. Kedua kelas campuran, atau kelas IPS yang memang hanya diisi 6% dr keseluruhan kelas 12. Nah, kalo yang 1 ini kelas yang paliiiiiiiiiiiiiiiiing sedikit, perempuannya aja cuma 4 orang, yaitu kelas DIROSAT ISLAMIYAH, kelas yang dikhususkan bagi santri yang ingin pergi ke Timur Tengah dan belajar agama di PTN/PTS.
udahan ya,, cpek nihh.. ntar lg deh lanjutttt